DISQUS

basa-basi: Curhat Tentang Pasar Saham

  • adiwirasta · 1 year ago
    ck ck ck.. ternyata kerjaan bapak blogger ini pemain saham toh..

    sering2 dong pak nulis begini, biar kita2 orang yang segen baca artikel berbahasa inggris bisa belajar banyak, hehe... *emang dasar males belajar bahasa inggris*
  • BARRY · 1 year ago
    Bisa, nanti kalau lagi mood membicarakan finansial ya. :-D
  • Dino · 1 year ago
    US is becoming a socialist country hehe..
  • BARRY · 1 year ago
    Kalau healthcare bisa gratis, why not? Seperti negara Perancis dan Canada.
  • snydez · 1 year ago
    hmm.walopun gak begitu ngerti, tapi serem banget , dan pasti berimpact ke negara kaya' indonesia ya?..
  • BARRY · 1 year ago
    Terutama yang menyangkut AIG. Hong Kong sepertinya lumayan terpuruk karena perusahaan yang satu ini.
  • Forum Investor · 1 year ago
    dunia investasi memang berisiko, masa perusahaan investasi sebesar AIG dan Lehman Brothers bisa ambruk.
  • Jauhari · 1 year ago
    Bingung bener ngurusi ginian
  • tambunan · 1 year ago
    Lae, aku dengar masalahnya diawali dengan regulasi tentang private mortgage contract yg diloloskan sekitar tahun 2001-2002? lalu kemudian diteruskan dengan keberanian insurance company memberikan "exotic" insurance sehingga bank2 dengan berani memberikan pada awalnya kredit dengan bunga rendah sekali,, terus bubble market , lalu burst..

    Aku sebenarnya penasaran lae,seandainya pemerintah gak intervensi, apa kira2 langkah yg diambil free market untuk menanggulangi nya.

    pertanyaan kedua, banyak yg bilang ini the best deal untuk pemerintah amerika, karena mereka bisa mendapat bagian besar dari perusahan yg dibailout dengan menggelontorkan duit yang jumlahnya jauh dibawah nilai bagian tsb. Kira2 apa risk yang ditanggung pemerintah us dalam hal ini?

    aku baca, dua investment banking gede bakal di convert ke holding company. Apa artinya ini bagi wallstreet? apa dampaknnya kedepan? apa akan lebih konservatif?

    Thanks
  • BARRY · 1 year ago
    1. Maaf sedikit terlambat membalasnya lae. Sebenarnya tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi jika pemerintah tidak intervensi. Masalah yang saat ini dihadapi oleh Wall Street adalah masalah confidence. Dimana jika berlarut-larut akan memicu penarikan uang secara besar-besaran dari system ekonomi. Ini akan sangat berbahaya karena jika bank-bank sudah tidak mampu lagi mengucurkan dana untuk memutar roda perekonomian, maka ini akan memberhentikan pertumbuhan perekonomian secara national maupun international. Free market sulit ditebak, namun yang pasti free market tidak akan memberikan apa yang mereka tidak punya -yakni confidence.

    Terus terang hal ini sudah terlihat dari banyaknya money market yang tidak di reinvest kembali di dalam roda perekonomian. Salah satu investor sepanjang masa, yakni Warren Buffet berusaha menenangkan investor dengan menanamkan uangnya sekitar US$ 5 Billion di Goldman Sachs. Namun hal tersebut nyatanya tidak begitu menghilangkan kegetiran di pasar saham. Semua masih menginkan kemampuan pemerintah untuk bertindak secara komprehensif. Baik secara hukum dan suntikan dana yang dampaknya short term maupun long term. Namun pertanyaannya berapa harga confidence yang harus dibayar? Dan apakah nilai tersebut patut ditanggung sepenuhnya oleh para pembayar pajak di Amerika?

    2. Sebetulnya tidak sepenuhnya benar. Karena turunnya harga rumah, dalam kecepatan penuh menyebabkan collateral yang dipakai untuk jual beli mortgage backed securities menjadi sulit untuk ditentukan nilainya. Ini mengakibatkan pemerintah Amerika harus berani menanggung kerugian dari investment buruk yang telah terlanjur dibeli.

    Kedua investment banking yang merubah model bisnisnya ini akan menjadi lebih konservatif. Mereka dapat menarik uang dari masyarakat (retail banking) dan mengakibatkan likuidasi mereka lebih bagus, namun pemerintah lebih ketat dalam pelaksanaan regulasi terhadap bank ini.